Prof. Kwang-Woong Lee
Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan
Profesor Lee lulus dari Universitas Nasional Seoul dan telah meniti karier yang mengesankan sebagai ahli bedah hati dan transplantasi. Beliau pernah bekerja di Samsung Medical Center dan Pusat Kanker Nasional Korea, serta pernah menjabat sebagai konsultan transplantasi hati dari donor hidup (LDLT) di Rumah Sakit Universitas Johns Hopkins. Saat ini, beliau menjabat sebagai profesor di Departemen Bedah Universitas Nasional Seoul, Korea.
Profesor Lee berhasil melakukan transplantasi hepatosit pertama di Korea saat bertugas di Samsung Medical Center. Penelitiannya berfokus pada upaya memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi dalam bidang transplantasi hati, termasuk penanda diagnostik dan prognostik berbasis biopsi cair untuk karsinoma hepatoseluler (HCC), organoid hepatosit dan tumor hati, penelitian mikrobioma dalam transplantasi, pengantaran gen ke dalam cangkok, sel induk kanker, strategi imunosupresi optimal pasca-transplantasi hati untuk HCC, serta studi asosiasi genom-lebar (GWAS).
Selain kontribusinya di bidang penelitian, Profesor Lee telah mengembangkan beberapa teknik bedah inovatif untuk mengurangi komplikasi saluran empedu pasca-transplantasi hati, seperti High Hilar Dissection (HHD) dan Tailored Telescopic Reconstruction (TTR) pada saluran empedu. Karyanya juga telah memengaruhi kebijakan kesehatan nasional—ia memainkan peran kunci dalam mereformasi sistem alokasi hati dari donor yang telah meninggal di Korea, berkontribusi pada penerapan alokasi berbasis MELD serta peraturan untuk transplantasi hati terpisah melalui penelitian dan publikasinya yang luas.
Profesor Lee telah memberikan kontribusi signifikan bagi bidang transplantasi hati global. Ia melakukan transplantasi hati dari donor hidup pertama di Korea untuk pasien asing saat bertugas di Pusat Kanker Nasional, dan sejak 2013 telah memimpin lebih dari 200 lokakarya ahli (masterclass) tentang transplantasi hati dari donor hidup (LDLT) di Kazakhstan, Georgia, Myanmar, Mongolia, dan Indonesia. Beliau juga merupakan pelopor dalam bidang transplantasi hati dengan pendekatan invasif minimal; sejak tahun 2016, beliau telah melakukan semua hepatektomi donor secara laparoskopi, serta berhasil mencatatkan prestasi pertama di dunia dalam bedah penerima dengan pendekatan invasif minimal menggunakan metode robotik dan laparoskopi.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Mantan Presiden Perhimpunan Transplantasi Hati Korea dan Sekretaris Jenderal Kelompok Transplantasi Hati dari Donor Hidup Internasional (iLDLTG). Selain perannya di bidang bedah dan akademis, beliau juga merupakan pemimpin dalam inisiatif kesehatan global. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Bidang Perencanaan dan Pengembangan Global di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul selama dua tahun, Direktur Eksekutif Pusat Kesehatan Internasional selama lima tahun, serta memainkan peran kunci dalam proyek rumah sakit Korea di Kuwait.